Rabu, 16 Maret 2011

Endapan Nikel Laterit

Bahasan kali ini adalah tentang nikel (Pendahuluannya aja dlu)! Siapa tau ada yg berminat kerja di mining bidang Nikel, atau cuma sekedar ingin tau. Kalo mau lengkap, please contact us.

            Proses terbentuknya Endapan Nikel Laterit
Endapan laterit biasanya terbentuk melalui proses pelapukan fisik dan kimia yang intensif pada daerah dengan iklim tropis-subtropis. Proses pelindian batuan lapuk merupakan proses yang terjadi pada pembentukan endapan laterit, dimana proses ini memiliki penyebaran unsur-unsur yang tidak merata dan menghasilkan konsentrasi bijih yang sangat bergantung pada migrasi air tanah.
Nikel laterit merupakan material yang berasal dari regolith (lapisan yang merupakan hasil pelapukan batuan yang menyelimuti suatu batuan dasar) yang berasal dari batuan beku ultrabasa yang mengandung unsur Ni dan Co. Proses pembentukan endapan nikel laterit dimulai dari pengendapan batuan induknya yaitu Peridotit yang memiliki komposisi berat nikel berkisar antara 0,2% - 0,4%.

Akibat pengaruh larutan hidrotermal atau larutan residual pada waktu proses pembentukan magma, batuan peridotit akan berubah menjadi batuan serpentinit atau batuan serpentinit peridotit. Proses ini dikenal dengan serpentinisasi. Kemudian batuan tesebut akan mengalami dekomposisi dan disintegrasi akibat adanya proses kimia dan fisika dari udara, air, maupun karena pergantian temperatur panas dan dingin yang terjadi secara terus menerus. Batuan asal yang mengandung unsur-unsur Ca, Mg, Si, Cr, Mn, Ni, dan Co akan mengalami dekomposisi.


Diawali dari masuknya air hujan yang kaya CO2 ke dalam tanah, mineral primer yang tidak stabil seperti olivin, serpentin, dan piroksen sampai pada batas antara zona limonit dan zona saprolit. Unsur yang stabil akan tertinggal dan terkumpul pada zona limonit yang kemudian mengalir secara lateral dan selanjutnya lebih banyak didominasi oleh transportasi larutan secara horizontal (Valeton, 1967). Pada zona limonit ini senyawa Fe di dalam larutan akan teroksidasi dan mengendap sebagai Ferri-Hidroksida yang kemudian membentuk mineral-mineral yang berada dekat permukaan seperti Goethit (FeO(OH)), Hematit (Fe2O3), dan Limonit. Bersama mineral-mineral ini selalu ikut serta unsur Co dalam jumlah kecil. Semakin ke bawah, menuju bed rock maka unsur Fe dan Co akan mengalami penurunan kadar.
Batas antara zona limonit dan zona saprolit dinamakan zona pelindian. Pada zona ini terjadi penambahan dan pengurangan larutan pembawa Ni, Mg, dan Si secara kontinu yang akan mengakibatkan terurainya silikat yang mengandung nikel dan larutnya unsur-unsur seperti Ni, Mg, dan Si.

Kemudian pada zona saprolit akan terjadi pengendapan kembali sebagian unsur-unsur hasil pelindian sebelumnya pada rekahan. Batuan asal ultramafik pada zone ini selanjutnya diimpregnasi oleh Ni melalui larutan yang mengandung Ni. Dalam hal ini, Ni dapat mensubstitusi Mg dalam serpentin atau juga mengendap pada rekahan bersama dengan larutan yang mengandung Mg dan Si sebagai Garnierit ((Ni,Mg)6Si­4O10(OH)8) dan krisopras. Pada zona ini unsur Ni akan terakumulasi di dalam mineral garnierit. Akumulasi Ni ini terjadi akibat sifat Ni yang berupa larutan pada kondisi oksidasi dan berupa padatan pada kondisi silika. Sedangkan akibat fluktuasi muka air tanah yang berlangsung secara kontinu akan melarutkan unsur-unsur Mg dan Si yang terdapat pada bongkah-bongkah batuan asal di zona saprolit, sehingga memungkinkan penetrasi air tanah yang lebih dalam.pada zona batuan dasar atau bedrock sehingga akan terjadi pengendapan Mg yang berada didalam rekahan-rekahan.

Cheers,
Ge_Ad


Fisika Banget!! Sekilas tentang: Pendahuluan Energi


Sistem adalah sekumpulan partikel. gaya eksternal adalah setiap gaya yang diberikan oleh partikel tidak dalam sistem pada partikel yang berada dalam sistem tersebut, dan gaya internal adalah gaya yang diberikan oleh partikel di sistem pada partikel lain di sistem. Banyak cara untuk mengubah energi total sistem dapat dibagi menjadi dua kategori, usaha dan panas. Jumlah energi dapat berubah jika eksternal gaya melakukan kerja pada sistem atau jika energi yang ditransfer karena suhu perbedaan antara sistem dan sekitarnya. (Energi ditransfer karena dengan perbedaan suhu disebut panas). Karena kita tidak menganalisis sistem. dimana panas memainkan peran penting, di sini kita akan mempertimbangkan perubahan energi dari sistem yang akan sama dengan kerja total yang dilakukan di atasnya oleh faktor eksternal. Kami mendefinisikan energi potensial dari sebuah sistem adalah perubahan potensi energi dari sistem sama dengan nilai negatif dari kerja total yang dilakukan oleh semua gaya internal konservatif. Jika tidak ada gaya eksternal usaha pada sistem, dan jika gaya internalkonservatif adalah satu-satunya gaya internal yang usaha, maka gaya yang dilakukan sama dengan perubahan sistem energi kinetik.

Karena perubahan energi potensial sistem sama dengan nilai negatif dari perubahan energi kinetik, jumlah dari energi potensial dan kinetik tidak berubah. Hal ini dikenal sebagai energi mekanik konservasi . Ini mengikuti hukum Newton dan merupakan
alternatif kepada mereka untuk memecahkan banyak masalah dalam mekanika. Manfaat energi mekanik konservasi  dibatasi oleh kehadiran gaya nonkonservatif seperti gesekan. Ketika gesekan kinetik hadir dalam sistem, sistem energi mekanik tidak tetap sama tetapi menurun. Karena energi mekanik sering tidak kekal, pentingnya konservasi energi tidak terealisasi sampai abad kesembilan belas, ketika  hilangnya energi mekanik selalu disertai makroskopik dengan munculnya beberapa jenis energi lainnya, sering energi panas, yang biasanya ditandai dengan peningkatan suhu atau perubahan pada fase (seperti mencairnya es). Kita sekarang tahu bahwa, pada skala mikroskopis, termal energi dikaitkan dengan energi kinetik dan potensial pada tingkat molekul .
Ada beberapa bentuk energi yang berbeda, seperti energi kimia, suara energi, energi elektromagnetik, dan energi nuklir. Setiap kali system energy berubah, kita dapat menjelaskan perubahan dengan munculnya atau hilangnya energi di tempat lain. Pengamatan eksperimental ini adalah hukum konservasi energi, salah satu hukum yang paling mendasar dan penting dalam semua ilmu pengetahuan. Meskipun perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya, tidak pernah dapat diciptakan atau dihancurkan.

Dalam dunia makroskopik, gaya nonkonservatif disipatif, seperti gesekan kinetik, selalu hadir sampai batasan tertentu. gaya tersebut cenderung mengurangi system energy mekanik. Namun, setiap penurunan tersebut dalam energi mekanik akan disertai dengan peningkatan pada energi panas. (Pertimbangkan bagaimana ban mobil terasa hangat setelah perjalanan panjang.) Tipe lain dari nonkonservatif gaya adalah deformasi objek. Bila Anda membengkokkan logam gantungan baju bolak-balik, pekerjaan yang Anda lakukan tidak muncul sebagai energi mekanik. Sebaliknya gantungan baju menjadi hangat. Kerja yang dilakukan pada deformasi gantungan didisipasikan sebagai energi termal. Demikian pula, ketika bola jatuh di tanah, menjadi hangat karena deformasi. Energi kinetik yang hilang muncul sebagai energi termal. Untuk sistem rotasi bumi, energi total adalah jumlah dari energi panas dan energi mekanik. Maka sistem energi total adalah kekal.

Cheers,
Ge-Ad