Bahasan kali ini adalah tentang nikel (Pendahuluannya aja dlu)! Siapa tau ada yg berminat kerja di mining bidang Nikel, atau cuma sekedar ingin tau. Kalo mau lengkap, please contact us.
Proses terbentuknya Endapan Nikel Laterit
Endapan laterit biasanya terbentuk melalui proses pelapukan fisik dan kimia yang intensif pada daerah dengan iklim tropis-subtropis. Proses pelindian batuan lapuk merupakan proses yang terjadi pada pembentukan endapan laterit, dimana proses ini memiliki penyebaran unsur-unsur yang tidak merata dan menghasilkan konsentrasi bijih yang sangat bergantung pada migrasi air tanah.
Nikel laterit merupakan material yang berasal dari regolith (lapisan yang merupakan hasil pelapukan batuan yang menyelimuti suatu batuan dasar) yang berasal dari batuan beku ultrabasa yang mengandung unsur Ni dan Co. Proses pembentukan endapan nikel laterit dimulai dari pengendapan batuan induknya yaitu Peridotit yang memiliki komposisi berat nikel berkisar antara 0,2% - 0,4%.
Akibat pengaruh larutan hidrotermal atau larutan residual pada waktu proses pembentukan magma, batuan peridotit akan berubah menjadi batuan serpentinit atau batuan serpentinit peridotit. Proses ini dikenal dengan serpentinisasi. Kemudian batuan tesebut akan mengalami dekomposisi dan disintegrasi akibat adanya proses kimia dan fisika dari udara, air, maupun karena pergantian temperatur panas dan dingin yang terjadi secara terus menerus. Batuan asal yang mengandung unsur-unsur Ca, Mg, Si, Cr, Mn, Ni, dan Co akan mengalami dekomposisi.
Diawali dari masuknya air hujan yang kaya CO2 ke dalam tanah, mineral primer yang tidak stabil seperti olivin, serpentin, dan piroksen sampai pada batas antara zona limonit dan zona saprolit. Unsur yang stabil akan tertinggal dan terkumpul pada zona limonit yang kemudian mengalir secara lateral dan selanjutnya lebih banyak didominasi oleh transportasi larutan secara horizontal (Valeton, 1967). Pada zona limonit ini senyawa Fe di dalam larutan akan teroksidasi dan mengendap sebagai Ferri-Hidroksida yang kemudian membentuk mineral-mineral yang berada dekat permukaan seperti Goethit (FeO(OH)), Hematit (Fe2O3), dan Limonit. Bersama mineral-mineral ini selalu ikut serta unsur Co dalam jumlah kecil. Semakin ke bawah, menuju bed rock maka unsur Fe dan Co akan mengalami penurunan kadar.
Batas antara zona limonit dan zona saprolit dinamakan zona pelindian. Pada zona ini terjadi penambahan dan pengurangan larutan pembawa Ni, Mg, dan Si secara kontinu yang akan mengakibatkan terurainya silikat yang mengandung nikel dan larutnya unsur-unsur seperti Ni, Mg, dan Si.
Kemudian pada zona saprolit akan terjadi pengendapan kembali sebagian unsur-unsur hasil pelindian sebelumnya pada rekahan. Batuan asal ultramafik pada zone ini selanjutnya diimpregnasi oleh Ni melalui larutan yang mengandung Ni. Dalam hal ini, Ni dapat mensubstitusi Mg dalam serpentin atau juga mengendap pada rekahan bersama dengan larutan yang mengandung Mg dan Si sebagai Garnierit ((Ni,Mg)6Si4O10(OH)8) dan krisopras. Pada zona ini unsur Ni akan terakumulasi di dalam mineral garnierit. Akumulasi Ni ini terjadi akibat sifat Ni yang berupa larutan pada kondisi oksidasi dan berupa padatan pada kondisi silika. Sedangkan akibat fluktuasi muka air tanah yang berlangsung secara kontinu akan melarutkan unsur-unsur Mg dan Si yang terdapat pada bongkah-bongkah batuan asal di zona saprolit, sehingga memungkinkan penetrasi air tanah yang lebih dalam.pada zona batuan dasar atau bedrock sehingga akan terjadi pengendapan Mg yang berada didalam rekahan-rekahan.
Cheers,
Ge_Ad